I'm Regret to Myself
Hi!
Long time no see, right? How are you, guys? I hope y'all fine, safe and healthy:)
********************
For now, gue cuma pengen sharing aja sih. Entah kenapa ya, gue merasa nyesel banget sama diri sendiri. Padahal penyesalan ini kemungkinan akan berakhir dengan kebencian. Ya, bisa jadi ke depannya gue bakal benci sama diri sendiri. Padahal selama ini gue selalu menyuarakan tentang 'love yourself' kepada siapapun. Bahkan gue nulis kalimat tersebut dalam notes hp gue. Nah, dengan membenci diri sendiri ini nanti akan berujung pada ketidaksyukuran kita pada Allah. Padahal selama ini gue juga selalu menyuarakan kepada orang-orang agar selalu bersyukur. Haha, tapi ternyata, bertindak tidak semudah berkata-kata.
Kenapa diri ini tidak bisa diandalkan oleh banyak orang? Kenapa diri ini masih gemar menyusahkan banyak orang? Kenapa diri ini belum bisa bermanfaat bagi banyak orang? Kenapa diri ini selalu mengeluh atas luasnya hamparan nikmat yang diberikan-Nya?
Mungkin akan ada banyak 'kenapa?' lainnya, jika gue meneruskan pertanyaan itu. Gue nyesel sama diri sendiri dan gue malu sama sosok Pencipta diri ini. Nyesel karena gak bisa diandalkan oleh orang-orang di sekitar gue. Malu karena gue udah dikasih kenikmatan, tapi gue belum bisa berguna untuk makhluk lainnya.
Detik ini, hal yang paling gue sesali adalah kenapa gue belum bisa jadi anak yang mampu untuk diandalkan oleh orang tua gue. Gue selalu nyusahin mereka, padahal mereka selalu memenuhi kebutuhan gue dari sejak masih di dalam rahim sampe bisa di titik sekarang. Sedihnya adalah meskipun suatu saat nanti gue ditakdirkan untuk menjadi orang sukses, kemudian gue kasih seluruh harta gue ke mereka, itu semua gak akan cukup untuk membayar apa yang udah mereka keluarkan untuk merawat gue. Sedihnya lagi, meskipun gue korbanin diri ini buat mengabdi kepada mereka seumur hidup, itu semua juga gak akan cukup untuk membayar pengorbanan dan kasih sayang mereka yang seluas samudera itu buat gue.
Huftt, mungkin akan teramat panjang kalo pembahasan ini diteruskan. Ehmm, jujur, nulis topik-topik sensitif kayak gini tuh bikin gue jadi melow, heuheu... Tapi, uneg-uneg gue isinya emang ini, jadi mau diapain lagi? Daripada bingung gak punya temen cerita, mending gue ngomong sendiri di sini kan yakk? Wkwk:v
Intinya, gue cuma berharap, semoga ke depannya gue bisa jadi orang yang lebih berguna, gak banyak nyusahin juga, lebih pandai bersyukur, gak banyak ngeluh, dan hal-hal baik lainnya, aamiin😇
Wahai diri, terima kasih karena sudah berjuang melewati tahun 2020 dan selamat berjuang kembali di tahun 2021💪 Gue akan berusaha untuk selalu sayang dan cinta sama diri ini💙
Tertanda,
MSN~

Komentar
Posting Komentar