Death/Soulmate?!




Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Helloww people!!!

Hmm, ga kerasa, ternyata udah lama banget ga aktif di sini, hampir satu tahunan kalo ga salah, huhu. Maapkeun daku ya, gaes, wkwk...

Oiya, gimana kabarnya? Puasanya? Shalat tarawihnya? Aman, kan? Lancar juga, kan? Semoga Allah senantiasa memberikan kemudahan, kelancaran, dan kebarokahan pada puasa Ramadhan tahun ini, aamiin~

Oke, tanpa basa-basi lagi, langsung to the point aja yakk.. (cieelah udah kayak opening video Youtube aja gue, haha)
 
Based on the title, what do u think about it? Agak confused kah? Atau justru malah agak scary (maybe)? Tulis aja di kolom komen yakk😉

Nah, gatau kenapa, beberapa hari terakhir ini nih, kadang, tiba-tiba aja gitu, kepikiran tentang apa yang ada di judul, aneh ga sih? Akhirnya, daripada capek kepikiran terus, gue memutuskan untuk sharing di sini aja setelah gue menemukan keterkaitan antara keduanya.

So, arah pembicaraan gue di sini lebih fokus ke preparation-nya, sih. Preparation for what? Yashh, about the title, death/soulmate (kematian/pasangan hidup, alias jodoh). Kedua hal itu memang suatu hal yang sangat kontras perbedaannya. Namun, keduanya sama-sama harus dipersiapkan dengan baik. Sampai sini, udah mulai paham kan ke mana arah pembicaraannya?!

Kita nih, para manusia, ga akan pernah tau kehidupan seperti apa yang akan kita jalani di masa depan, masalah-masalah apa yang akan kita hadapi, dsb. Tugas kita hanyalah tetap menaati perintah dan menjauhi larangan-Nya, selalu upgrading/ improving ourself to be better person, right?! And then, kita juga gatau kan, apa yang akan menghampiri kita lebih dulu, apakah kematian/jodoh?!

Nah, untuk persiapan menghadapi keduanya, jangan pernah bosen untuk selalu memperbaiki diri setiap harinya, mulai aja dari hal-hal yang kecil, bertahap, namun kontinu. Sebab, kalo kita langsung ngeluarin effort gede di awal untuk memulai suatu perubahan, biasanya nih ya, bakal cepet bosen, kehabisan energi juga, makanya kebanyakan mesti berhenti di tengah jalan, alhasil gaada perubahan deh.

Usaha memperbaiki diri ini gaada yang sia-sia. Ketika suatu hal buruk terjadi, misalnya, kematian ternyata menjemput kita lebih dulu, nah kita ga perlu takut lagi tuh, karena kita selama ini sudah mempunyai perbekalan untuk menemui Allah (ya meskipun amalan kita ini bagaikan bumi dan langit kalo dibandingkan dengan rahmat Allah). Sebab banyak manusia yang masuk surga bukan karena amalannya, tapi karena rahmat dari Allah SWT.

Contoh kedua, kalo seandainya kita diqodar Allah untuk dijemput oleh jodoh terlebih dulu, nah kita juga ga perlu meragukan bagaimana perlakuan pasangan kita. Sebab jodoh adalah cerminan diri. Ketika kita selalu berusaha memperbaiki diri, maka Allah juga akan menyandingkan kita dengan seseorang yang sama-sama selalu berusaha memperbaiki dirinya. Nah, kalo gitu kan enak yak? Keduanya ini punya kebiasaan yang sama, punya visi dan misi yang sama (saling surga-menyurgakan), yang akhirnya mempermudah mereka untuk mengarungi kehidupan sampai maut memisahkan. 

Oleh karena itu, untuk memperbaiki diri ini, usahakan niatnya karena Allah. Apa pun itu, yang dilakukan dengan niat karena Allah akan diganti dengan pahala, inshaaAllah, aamiin:) Dan entah kematian/ jodoh yang akan menjemput kita lebih dulu, itu di luar kuasa kita, hanya Allah yang tau, sebab semuanya sudah tertulis di lauhul mahfudz. Namun, ketika kita mau berdoa dan berusaha, gaada yang ga mungkin kalo Allah akan mengubah nasib kita dalam buku catatannya.

... إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا۟ مَا بِأَنفُسِهِمْ ...

Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.


Oke deh, kayaknya gue udah ngomong terlalu banyak, hehe...  Jadi, segitu dulu aja ya.

See u💙

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

MSN~

Komentar