LIFE LIKE A JOURNEY~

Assalamu'alaikum!!! 

Helloww people😚

YaAllah kangen bangettt rasanyaa, udah lama ga pernah nulis, udah dua tahun berlalu ga si??!😭 Semoga aja ga kaku banget yakk bahasanya:(( 
Alhamdulillah kali ini ada waktu luang dan kebetulan ada niatnya juga buat nulis. Maybe pembahasan gua kali ini bakal agak sedikit random, tapi gapapa karena gua pengen nulis, jadi yaa gitu deh.. 

Oiya, fyi, kesibukan gua akhir-akhir ini adalah seputar kuliah-kerja-ngaji (KKN ga tuh, wkwk). Apalagi di dunia kerja, yang sekarang sering banget menyita waktu gua buat bisa sekedar leha-leha bentaran aja. Bayangin, gua yang dulunya pendiem, anak rumahan banget, dan sering gabut, tiba-tiba sekarang jadi anak sibuk yang sering keluar rumah (karena banyak keperluan), lebih sering berinteraksi sosial, dan sampai akhirnya jadi habit. Rasanya kalo sehari ga keluar rumah tu kayak hampir gilaa, haha... Makanya gua jadi jarang nulis, harap maklum yee, hehe. 

Oiyaa, disclaimer dulu, di sini niat gua pure emang pengen nuangin apa yang menjadi keresahan gua, gaada niatan buat menggurui, sok bijak, sok paling tau, dsb. Jadi, gua mau minta maaf dulu sebelumnya kalo ada salah kata atau ada yang kurang berkenan di hati kalian, gaada maksud buat menyinggung siapa pun kok, percayalah, wkwk..

Okay, sekarang waktunya serius. Jadi, beberapa hari lalu nih, pas pulang kerja siang-siang, panas, matahari pas lagi terik-teriknya, gua naik motor santuy gitu sambil nikmatin perjalanan, eh tetiba aja otak gua mikir, "ternyata hidup itu seperti perjalanan ya."

Tanpa kita sadari, kita hidup di dunia ini sama kayak ketika kita lagi pergi (dalam perjalanan). Analoginya kayak gini nih :
1. Sebelum memutuskan untuk melakukan suatu perjalanan, seseorang pasti akan menentukan tempat tujuannya. Sama kayak hidup, tujuan akhir kita adalah akhirat yang kekal. 
2. Sebelum berangkat untuk melakukan suatu perjalanan, seseorang pasti akan menyiapkan perbekalan dan semua yang dia perlukan. Sama kayak hidup, sebelum kita mati dan tinggal di akhirat yang kekal, kita harus menyiapkan perbekalan yang akan kita bawa ke sana (untuk menghadap Allah). Apa bekalnya? Sudah pasti amal kebaikan yang kita lakukan semasa hidup di dunia. 
3. Ketika dalam perjalanan, sudah pasti jalan yang kita lalui ga akan semulus yang kita bayangkan. Akan selalu ada jalan yang terjal, berlubang, dsb. Sama kayak hidup, kehidupan kita ga akan semulus jalan tol, pasti akan ada masanya di mana Allah kasih kita ujian atau cobaan. Entah untuk menyadarkan kita akan suatu hal, untuk mengembalikan kita pada fitrah kehidupan (beribadah kepada Allah), untuk membuat kita lebih dekat dengan Allah, untuk menaikkan derajat kita, dan masih banyak lagi kemungkinan alasan lain yang Allah kehendaki dan ga kita ketahui. 
4. Ketika dalam perjalanan, pasti akan ada banyak hal yang kita jumpai, pun akan ada banyak orang yang kita temui, yang mana mereka punya titik tujuan masing-masing. Ada yang mau ke kantor, pasar, swalayan, butik, sawah, dll. Kejadian yang menimpa kita atau siapa pun yang kita temui, Allah memang sengaja mengirimkan itu kepada kita sesuai kehendakNya. Entah untuk menjadi pelajaran hidup, menjadi pengingat, menjadi penguji keimanan kita, atau yang lainnya yang ga kita ketahui pula. Semua itu terjadi karena Allah ingin kita belajar untuk terus grow up jadi manusia yang lebih baik setiap harinya, yang tidak lupa dengan Tuhannya meskipun ia berada di titik puncak sekalipun. Nah, tugas kita di sini, cukup fokus sama jalan kehidupan kita masing-masing, keep on our track. Gausah peduliin orang-orang yang meng-underestimate kita, yang mau menjatuhkan kita, dan apapun itu yang menghambat jalan kita menunju titik tujuan. Hiduplah sesuai dengan porsi dan kemampuan kita. Tenang aja, Allah ga akan menguji di luar batas kemampuan kita. Ketika kita merasa hidup terasa berat, ujian datang bertubi-tubi, rasanya ingin nyerah karena ga mampu ngejalanin, bersabarlah sedikit lagi, tetaplah berjalan meskipun tertatih-tatih. Nantikan saja pelangi seindah apa yang akan Allah tunjukkan kepada kita, trust it! 
5. Ketika dalam perjalanan, akan ada masanya kita terkena musibah. Contoh paling real-nya dan sering terjadi adalah accident. Hal inilah yang akan membawa kita pada dua jalan berbeda, kesempatan atau kematian. Jika kesempatan yang Allah berikan, artinya Allah masih ingin kita memperbaiki diri dan berbagi kebaikan lebih banyak lagi. Allah ingin melihat seperti apa keseriusan kita bertaubat setelah Allah kasih kesempatan kedua, akankah kembali seperti dulu bahkan makin memburuk atau makin membaik setiap harinya. Namun, jika kematian yang Allah takdirkan, maka berhentilah tugas kita menjalani kehidupan di dunia dan tak akan berhenti sampai di sini saja. Sebab akan ada kehidupan yang kekal setelahnya, yang mana tak ada seorang pun yang dapat mengelakkannya, Allah akan mengadili kita dengan seadil-adilnya, tak akan ada yang terluput satu pun. Jalan yang kita lalui untuk benar-benar sampai di titik tujuan terakhir pun (surga/neraka) masih harus melalui proses yang panjang. Wallahualam, semoga kita senantiasa dalam lindunganNya, tetap dalam hidayahNya dan rahmatNya, aamiin.

Oke deh, kayaknya gua udah ngobrol terlalu panjang. Jadi gua akhiri sampai di sini aja ya. InshaAllah kita sambung lagi dilain waktu (kalo gua free dan lagi mood, hehe). Arigatou!

See u💖

Komentar